Pemerintah Desa Pecatu Terima Audiensi Yayasan Deltera Sosial Indonesia, Dorong Penguatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

15 Juli 2025
Administrator
Dibaca 144 Kali
Pemerintah Desa Pecatu Terima Audiensi Yayasan Deltera Sosial Indonesia, Dorong Penguatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Pecatu, 15 Juli 2025 - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Pemerintah Desa Pecatu menerima audiensi dari Yayasan Deltera Sosial Indonesia (Deltera) pada Selasa, 15 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama dalam penguatan pengelolaan sampah di tingkat desa melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga serta optimalisasi sistem pengelolaan sampah terpadu.

Rombongan dari Deltera diterima langsung oleh Perbekel Pecatu, I Made Karyana Yadnya, SE, didampingi oleh Kasi Kesejahteraan, Direksi BUMDesa Catu Kwero Sedana, dan Manajemen Unit Pengelolaan Sampah Terpadu BUMDesa Pecatu.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Deltera memaparkan berbagai pendekatan partisipatif dalam mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumber (rumah tangga), serta mendukung desa dalam memperkuat sistem pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah sesuai prinsip ekonomi sirkular dan lingkungan berkelanjutan.

Perbekel Pecatu menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa Desa Pecatu sangat mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai upaya nyata menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali, sesuai dengan arahan Gubernur Bali. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDesa, dan lembaga eksternal seperti Deltera untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berdampak.

Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret, dengan rencana tindak lanjut berupa pelatihan kader lingkungan, kampanye edukatif kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas Unit TPST Desa Pecatu dalam mengelola sampah secara profesional dan ramah lingkungan.